Strategi
pembelajaran merupakan strategi atau teknik yang harus dimiliki oleh para
pendidik maupun calon pendidik. Hal tersebut sangat dibutuhkan dan sangat
menentukan kualifikasi atau layak tidaknya menjadi seorang pendidik, karena
proses pembelajaran itu memerlukan seni, keahlian dan ilmu guna menyampaikan
materi kepada siswa sesuai tujuan, efesien, dan efektif.Kemudian hakekat pembelajaran yaitu suatu konsep dapat dikatakan
sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran
untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada siswa”.
Guru sebagai pengajar dituntut untuk lebih kreatif dalam proses belajar mengajar, sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa yang pada akhirnya meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center learning). Dengan aktifnya siswa dalam pembelajaran maka diharapkan pembelajaran akan lebih bermakna karena siswa secara langsung diajak untuk mengkonstruksi pengetahuannya
Guru sebagai pengajar dituntut untuk lebih kreatif dalam proses belajar mengajar, sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa yang pada akhirnya meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah di atas adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center learning). Dengan aktifnya siswa dalam pembelajaran maka diharapkan pembelajaran akan lebih bermakna karena siswa secara langsung diajak untuk mengkonstruksi pengetahuannya
Pembelajaran diyakini sebagai pendekatan pembelajaran yang
berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan
anak. Sejalan dengan itu, pembelajaran tematik akan dikendalikan oleh
eksplorasi topik yang ada dalam kurikulum. Dengan demikian, siswa dapat
belajar menghubungkan proses dan isi butirbutir pembelajaran secara
lintas disipilin.
Jadi, pada hakekatnya belajar adalah segala proses atau uasaha yang dilakukan secara sadar, sengaja, aktif, sistematis dan integrativ untuk menciptakan perubahan-perubahan dalam dirinya menuju kearah kesempurnaan hidup.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka isu mukhtahir dalam pembelajaran kimia saat ini adalah mengembangkan Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan menjadikannya sebagai tujuan utama dari pembelajaran kimia. Sementara dalam PP No 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan bahwa kelompok mata pelajaran IPA dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berprilaku ilmiah kreatif, mandiri dan kritis. Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan untuk berpikir secara rasional dan reflektif berdasarkan apa yang diyakini atau yang dilakukan menurut Ennis dalam (Fisher, 2008: 4). Hal ini sejalan dengan Permendikbud No 81 Tahun 2013 tentang implementasi kurikulum disebutkan bahwa kebutuhan kompetisi masa depan dimana kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu kemampuan berkomunikasi, kreatif, dan berpkir kritis (Kemendikbud 2013: 10).
Jadi, pada hakekatnya belajar adalah segala proses atau uasaha yang dilakukan secara sadar, sengaja, aktif, sistematis dan integrativ untuk menciptakan perubahan-perubahan dalam dirinya menuju kearah kesempurnaan hidup.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka isu mukhtahir dalam pembelajaran kimia saat ini adalah mengembangkan Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan menjadikannya sebagai tujuan utama dari pembelajaran kimia. Sementara dalam PP No 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan bahwa kelompok mata pelajaran IPA dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berprilaku ilmiah kreatif, mandiri dan kritis. Keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan untuk berpikir secara rasional dan reflektif berdasarkan apa yang diyakini atau yang dilakukan menurut Ennis dalam (Fisher, 2008: 4). Hal ini sejalan dengan Permendikbud No 81 Tahun 2013 tentang implementasi kurikulum disebutkan bahwa kebutuhan kompetisi masa depan dimana kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu kemampuan berkomunikasi, kreatif, dan berpkir kritis (Kemendikbud 2013: 10).